History Sunset

Sunset pantai wisata pantai di Jepara, Jawa Tengah, terletak di daerah tirta samudera. Itu adalah tempat yang baik bagi siapa saja yang ingin beristirahat dari rutinitas hidup sehari-hari. Di sini Anda dapat menyegarkan tubuh dan pikiran dengan menikmati berbagai fasilitas yang luar biasa kami siapkan untuk Anda. Matahari terbenam yang indah, sejuk angin laut, dan gemuruh lembut melanggar gelombang di pantai masih, bergabung untuk memberikan Anda sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Pada tahun 1994, pantai berubah tangan dan menjadi milik Ibu Syahniar Susanti, yang masih memiliki sampai hari ini. Pada awalnya, beliau ingin membangun rumah. Akan tetapi melihat banyaknya pengunjung datang untuk melihat matahari terbenam di atas lautan. Beliau berinisiatif, kenapa tidak membangun sesuatu dari pantai ini.

Karena itu, Beliau membangun sebuah toko kecil di pantai untuk para pengunjung yang ingin membeli minuman dan istirahat sejenak di sore hari untuk menikmati indahnya (matahari tenggelam).

Pada tahun 2001. bahwa toko kecil tumbuh Kembang menjadi restoran. Pada saat itu, Tempat ini belum memiliki nama.  Namun banyak pengunjung menyebut tempat ini sebagai sunset atau terbenanmnya matahari, karena itu Beliau menggunakan nama yang digunakan pengunjung sebagai nama resmi dari Tempat ini.

Menurut catatan sejarah, pantai Bandengan ternyata masih terkait erat dengan kehidupan Pahlawan Nasional yang juga tokoh emansipasi wanita yaitu RA Kartini. Pantai ini menyimpan banyak kenangan manis buat putri Adipati Jepara kala itu. Gadis yang lincah dengan pangilan TRINIL ini semasa kecilnya sering sekali berwisata ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yaitu Ny. Ovink Soer (Isteri asisten residen) bersama suaminya. Pada saat liburan pertama menjelang kenaikan kelas, mereka selalu mengajak RA Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk menikmati keindahan suasana pantai. Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak yang menggapai kaki mereka. Kepada Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut. Di jawab dengan singkat "Pantai Bandengan" kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan di Holland pun ada pantai yang hampir sama dengan Pantai Bandengan, hanya ada sedikit perbedaan bahwa airnya dingin namanya SCHEVENINGEN. Secara spontan Kartini menyela.kalau begitu kita sebut saja Pantai Bandengan ini dengan "KLEIN SCHEVENINGEN". Berawal dari hal di atas, maka sampai sekarang Pantai Bandengan terkenal dengan sebutan KLEIN SCHEVENINGEN (bahasa Belanda : KLEIN berarti pantai dan SCHEVENINGEN yaitu nama pantai di negeri Belanda)
Menjelang dewasa, RA Kartini sering datang ke pantai ini untuk merenung dan mencari inspirasi. Dalam keluh kesahnya yang sering disampaikan lewat surat kepada temannya, Stella di negeri Belanda, Kartini kerap kali menceritakan indahnya Pantai Bandengan ini. Selain itu Pantai Bandengan merupakan tempat yang pernah mengukir sejarah perjalanan cita-cita RA Kartini. Di sini RA Kartini dan Mr. Abendanon pernah bertemu untuk mengadakan pembicaraan empat mata berkaitan dengan permohonannya untuk belajar ke negeri Belanda, meskipun akhirnya secara resmi permohonannya kepada pemerintah Hindia Belanda ditarik kembali dan biaya yang sudah disediakan untuk RA Kartini diberikan kepada pemuda asal Sumatera yaitu Agus Salim (KH. Agus Salim alm.).